SMPN Duamanu terletak di Desa Asumanu, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Sekolah ini berada dekat dengan Pos Perbatasan Asumanu. Sekolah ini memiliki 5 rombel, 2 rombel kelas VII, 2 rombel kelas VIII, dan 1 rombel kelas IX.
Sagusablog
Ikatan Guru Indonesia (IGI) menyelenggarakan workshop pembuatan blog bernama Sagusablog (Satu Guru Satu Blog).
Mading Teks Persuasi
Murid-murid kelas VIII A SMPN Duamanu mengomunikasikan teks persuasi yang telah dibuat melalui mading teks persuasi.
Media Pembelajaran Ular Tangga
Permainan ular tangga dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran untuk menguji daya ingat siswa terhadap materi yang telah dipelajari.
Selasa, 28 April 2020
SMPN Duamanu
SMPN Duamanu terletak di Desa Asumanu, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Sekolah ini berada dekat dengan Pos Perbatasan Asumanu. Sekolah ini memiliki 5 rombel, 2 rombel kelas VII, 2 rombel kelas VIII, dan 1 rombel kelas IX.
Langkah-langkah Menulis Teks Persuasi
Langkah-langkah menulis teks persuasi:
1) Menentukan topik
Topik merupakan lingkup
pembicaraan dalam suatu teks. Topik yang bisa dibahas dalam teks persuasi
seperti masalah narkoba, rokok, dan kebiasaan sehari-hari.
2) Menentukan tujuan
Setiap teks persuasi
mempunyai tujuan. Tujuan utama setiap teks persuasi adalah meyakinkan pembaca
dan pendengar. Dalam menyampaikan tujuan, berusahalah menyampaikannya dengan
jelas dan singkat agar mudah ditangkap oleh pendengar dan pembaca.
3) Membuat kerangka teks
Kerangka teks dibuat
sedemikian rupa sehingga terdapat koherensi antara satu kalimat dan kalimat
lainnya. Kerangka akan memandu seorang penulis mengembangkan teks atau
karangannya. Kerangka teks meliputi topik, gagasan utama, dan gagasan
pendukung.
4) Mengumpulkan data
Setelah semua siap, saatnya
dilakukan pengumpulan data. Data tepat dan akurat membantu pembaca untuk
percaya kepada penulis. Data yang dikumpulkan harus akurat dan dapat
dipertanggungjawabkan.
5) Menulis teks
Setelah semua siap, tahap
terakhir yaitu mengembangkan kerangka teks sesuai dengan topik, tujuan,
kerangka, dan fakta yang sudah dikumpulkan. Gunakan pemilihan kata yang baik
agar mudah meyakinkan para pembaca. Baca kembali untuk memastikan bahwa teks
persuasi tersebut baik.
Media Pembelajaran Ular Tangga
Media pembelajaran ular
tangga dapat digunakan untuk menguji pemahaman siswa tentang materi yang sudah
dipelajari. Langkah-langkah
menerapkan media ular tangga sebagai berikut.
1.
Guru menyiapkan media
berupa karton bergambar ular tangga dan kartu yang berisi pertanyaan yang diletakkan
di samping karton.
2.
Guru membagi mejadi
beberapa kelompok berdasarkan jumlah siswa.
3.
Setiap siswa mendapat
satu buah pion/kertas bertuliskan nama kelompok.
4.
Kemudian semua
hompimpah untuk menentukan siapa yang melempar dadu terlebih dahulu.
5.
Setiap siswa melempar
dadu sesuai dengan urutanya. Setelah siswa melempar dadu siwa menjalankan pion/
kertas yang bertuliskan namanya sesuai dengan hasil lemparan dadu, kemudian
siswa mengambil pesan pada nomor tersebut (sesuai dengan hasil lemparannya) dan
mengerjakannya pada kertas masing-masing, apa bila dalam melempar keluar angka
enam maka siswa yang bersangkutan diperbolehkan melempar dadu lagi.
6.
Apabila jatuh pada
tanda tangga maka Pion/ kertas siswa langsung naik sesuai dengan arah tangga
dan tetap mengambil kartu untuk dikerjakan, begitupula apabila pion/kartu tepat
pada gambar ekor ular, maka pion atau kertas yang bertuliskan nama siswa turun
mengikuti arah ular dan mengambil kartu untuk dikerjakan.
7.
Setiap siswa menjawab soal
dari kartu yang mereka pegang.
8.
Pemainnya yang selesai
lebih dulu dinyatakan sebagai pemenang.
Hasil Analisis Soal Online Teks Persuasi
Berikut ini hasil analisis soal online Teks Persuasi yang sudah dikerjakan.
Belajar Membuat Blog
Salah satu
kegiatan yang diadakan Ikatan Guru Indonesia (IGI) adalah pelatihan membuat blog. Pelatihan ini
dinamakan Satu Guru Satu Blog (Sagusablog). Kegiatan pelatihan dilakukan secara daring
dengan terlebih dahulu mendaftar pada laman IGI. Pelatihan ini dibagi ke dalam
dua tahap, yaitu tahap dasar dan tahap lanjutan. Tujuan akhir dari pelatihan
ini agar para peserta dapat membuat dan menggunakan blog secara optimal.
Dalam setiap tahap,
ada beberapa modul yang harus dipelajari dan latihan yang harus diselesaikan. Bila
kurang memahami cara mengerjakannya, para mentor di setiap kelas bersedia
membantu. Berikut ini merupakan kegiatan yang dilakukan dalam pelatihan
Sagusablog.
1. Membuat blog dengan blogger.
2. Mendesain template dan header
blogger.
3. Mengelola dan menghias blog.
4. Membuat soal online dan
menyematkannya di blog.
Banyak ilmu dan
pengalaman yang didapatkan melalui pelatihan ini, baik melalui modul, mentor,
maupun rekan-rekan guru di kelas yang sama. Secara pribadi, pelatihan ini sangat
bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan teknologi sebagai seorang guru agar tidak
ketinggalan zaman. Kemampuan itu tentunya diharapkan dapat digunakan untuk menunjang
kegiatan pembelajaran di sekolah. Selain itu, pelatihan ini mendorong saya
mengembangkan kemampuan menulis, baik menulis artikel maupun tulisan berupa
perangkat pembelajaran yang baik.
Akhir kata, saya
mengucapkan terima kasih kepada IGI dan Mr. Mung atas pelatihan yang sangat bermanfaat. Tak
lupa, ucapan terima kasih juga kepada para mentor (Pak Isa dan Pak Sodikin)
yang telah membimbing dalam mengerjakan tagihan-tagihan modul. Semoga sukses
selalu!
Ikatan Guru Indonesia

Seorang guru diharapkan memiliki empat kompetensi. Kompetensi yang perlu dimiliki guru adalah kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian. Empat kompetensi yang sudah dimiliki oleh guru akan lebih baik bila ditingkatkan agar dapat menunjang pengabdian guru tersebut.
Kegiatan peningkatan kompetensi guru yang bisa dilakukan adalah bergabung dengan komunitas guru, salah satunya adalah komunitas yang bernama Ikatan Guru Indonesia.
Ikatan Guru Indonesia (IGI) merupakan organisasi guru yang terdaftar melalui SK Depkumham No AHU-125. AH.01.06 Tahun 2009. IGI berkonsentrasi pada peningkatan kompetensi guru baik dalam kompetensi profesional, paedagogik, sosial, maupun kepribadian. Kegiatan yang dilakukan adalah mengadakan pelatihan-pelatihan yang berfokus pada peningkatan kompetensi guru.
Pelatihan-pelatihan yang tersedia dan bisa diikuti di antaranya adalah pelatihan pembuatan blog, video, ice breaking, dan aplikasi pembelajaran. Saat pelatihan, Bapak dan Ibu Guru akan mendapatkan modul materi pelatihan yang diikuti dan bimbingan oleh mentor yang berpengalaman. Seusai pelatihan, peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat. Sangat bermanfaat, bukan?
Sebelum mengikuti kegiatan pelatihan tersebut, Bapak dan Ibu guru sebaiknya mendaftar menjadi anggota IGI. Cara mendaftar dapat mengklik tautan berikut: [pendaftaran IGI]
Banyak manfaat yang didapatkan saat menjadi anggota IGI, salah satunya adalah mengikuti pelatihan yang berguna untuk meningkatkan kompetensi guru. Pelatihan-pelati
Katalog Oriflame Edisi Mei 2020
Temukan berbagai promo produk perawatan tubuh dan wajah dalam katalog Oriflame terbaru.
Pemesanan produk dalam wilayah Atambua dan sekitarnya dapat menghubungi:
Cheney (082110316814)
Katalog lengkap dapat diunduh [di sini].
Pemesanan produk dalam wilayah Atambua dan sekitarnya dapat menghubungi:
Cheney (082110316814)
Katalog lengkap dapat diunduh [di sini].
Senin, 27 April 2020
Kata Sifat (Adjektiva)
Kata Sifat (Adjektiva)
Kata sifat adalah kata yang dipakai untuk
mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, dan binatang. Adjektiva atau
kata sifat mempunyai ciri sebagai berikut.
1.
Kata
sifat dapat diberi kata pembanding seperti lebih, kurang, dan paling.
Contoh: lebih pandai, kurang tinggi,
paling besar.
2. Kata
sifat dapat diulang dengan menggunakan imbuhan awalan se- dan imbuhan
akhiran -nya.
Contoh: sebaik-baiknya, seindah-indahnya.
3. Kata
sifat dapat dibubuhi keterangan penguat, seperti amat, sangat, sekali,
terlalu.
Contoh: amat ramai, sangat baik,
indah sekali, terlalu cepat.
4.
Kata
sifat dapat diingkari dengan kata tidak.
Contoh: tidak salah, tidak benar,
tidak baik.
Unsur Kebahasaan dalam Cerita Fabel
Unsur Kebahasaan
dalam Cerita Fabel
Sebagai jenis dongeng
yang menggunakan binatang sebagai tokoh cerita, bahasa dalam fabel banyak
dimanfaatkan untuk menggambarkan sifat-sifat binatang yang memiliki kemiripan
atau kesamaan dengan sifat manusia. Berikut ciri-ciri bahasa dalam fabel.
1. Memuat kata-kata sifat untuk mendeskripsikan karakter pelaku, baik
penampilan fisik maupun kepribadiannya.
2. Memuat kata-kata keterangan untuk menggambarkan latar (latar waktu, tempat,
dan suasana).
3. Memuat kata kerja yang menunjukkan peristiwa-peristiwa yang dialami para
pelaku.
4. Banyak menggunakan kata bermakna denotatif (makna sebenarnya) sehingga
mudah dipahami.
5. Kadang-kadang disisipkan kalimat langsung, yaitu kalimat yang diujarkan
secara langsung oleh tokoh untuk menghidupkan suasana cerita. Kalimat langsung
ditandai dengan penggunaan tanda petik (“…”).
Pengertian, Jenis-jenis, dan Contoh Majas
Pengertian, Jenis-jenis, dan Contoh Majas
Majas
atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kata atau kalimat untuk memperoleh efek
tertentu. Dengan majas, teks akan memiliki efek lebih indah, imajinatif,
ataupun ekspresif. Majas dapat dibagi sebagai berikut.
Kalimat Aktif
Kalimat
Aktif
Salah satu
ciri kebahasaan teks pidato persuasif yaitu menggunakan kalimat aktif.
Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan kalimat aktif? Bagaimana contohnya? Kita
bisa membaca dalam penjelasan berikut ini.
Kalimat
aktif merupakan kalimat yang subjeknya melakukan kegiatan, aktivitas,
pekerjaan, atau perbuatan tertentu.
Ciri-ciri kalimat aktif, yaitu:
1.
Subjeknya
sebagai pelaku, serta
2.
Predikatnya
berawalan me- dan ber-. Meskipun demikian, tidak sedikit kalimat
aktif yang predikatnya tidak disertai kedua imbuhan tersebut, seperti contoh
kalimat berikut ini.
·
Ayah
kini sudah pergi.
·
Pak
Anwar sedang makan nasi uduk.
Berdasarkan
hubungan antara predikat dan objeknya, kalimat aktif dibagi menjadi dua.
1.
Kalimat
aktif transitif adalah kalimat aktif yang predikatnya memerlukan objek.
Contoh:
·
Kakak
menggunting kertas.
·
Domi
memanjat pohon.
·
Nirma
mengerjakan PR.
·
Adik
membeli sayur kangkung.
2.
Kalimat
aktif intransitif adalah kalimat aktif yang tidak memiliki objek.
Contoh:
·
Nona
bernyanyi.
·
Ibu
memasak di dapur.
·
Mereka
berjalan menuju rumahnya.
·
Kami
bertemu di jalan.
Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas VIII "Teks Persuasi"
Kerjakanlah soal-soal berikut ini untuk menguji pemahamanmu tentang "Teks Persuasi"! Waktu pengerjaan soal 20 menit. Selamat mengerjakan.
RPP Bahasa Indonesia Kelas VIII "Teks Persuasi"
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan dokumen yang perlu dibuat oleh guru sebelum mengajar. Berikut ini terlampir RPP Bahasa Indonesia Kelas VIII Semester 2 "Teks Persuasi".
Jenis-jenis Teks Persuasi
Jenis-jenis Teks Persuasi
a) Persuasi Politik
Persuasi politik dipakai dalam bidang politik oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang politik dan kenegaraan. Para ahli politik dan kenegaraan sering menggunakan persuasi jenis ini untuk keperluan politik dan negara.
Contoh video teks persuasi politik:
b) Persuasi Pendidikan
Persuasi pendidikan dipakai oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang pendidikan dan digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan, contohnya seorang guru, motivator, atau inovator pendidikan.
c) Persuasi Iklan
Persuasi iklan bermanfaat terutama dalam dunia usaha untuk memperkenalkan barang atau jasa tertentu. Melalui persuasi iklan diharapkan pembaca atau pendengar menjadi kenal, senang, ingin memiliki, dan berusaha untuk memiliki barang atau memakai jasa yang ditawarkan.
d) Persuasi Propaganda
Objek yang disampaikan dalam persuasi propaganda adalah informasi. Tujuan persuasi tidak hanya berhenti pada penyebaran informasi. Lebih dari itu, dengan informasi diharapkan pendengar atau pembaca sadar untuk berbuat sesuatu. Persuasi propaganda sering dipakai dalam kegiatan kampanye. Isi kampanye biasanya berupa informasi dan ajakan. Tujuan akhir dari kampanye agar pembaca atau pendengar menuruti isi ajakan kampanye.
a) Persuasi Politik
Persuasi politik dipakai dalam bidang politik oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang politik dan kenegaraan. Para ahli politik dan kenegaraan sering menggunakan persuasi jenis ini untuk keperluan politik dan negara.
Contoh video teks persuasi politik:
b) Persuasi Pendidikan
Persuasi pendidikan dipakai oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang pendidikan dan digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan, contohnya seorang guru, motivator, atau inovator pendidikan.
c) Persuasi Iklan
Persuasi iklan bermanfaat terutama dalam dunia usaha untuk memperkenalkan barang atau jasa tertentu. Melalui persuasi iklan diharapkan pembaca atau pendengar menjadi kenal, senang, ingin memiliki, dan berusaha untuk memiliki barang atau memakai jasa yang ditawarkan.
d) Persuasi Propaganda
Objek yang disampaikan dalam persuasi propaganda adalah informasi. Tujuan persuasi tidak hanya berhenti pada penyebaran informasi. Lebih dari itu, dengan informasi diharapkan pendengar atau pembaca sadar untuk berbuat sesuatu. Persuasi propaganda sering dipakai dalam kegiatan kampanye. Isi kampanye biasanya berupa informasi dan ajakan. Tujuan akhir dari kampanye agar pembaca atau pendengar menuruti isi ajakan kampanye.
Materi Teks Ulasan
Teks Ulasan
Jenis-jenis teks ulasan:
1) Teks Ulasan Informatif
Teks ulasan informatif
berisi gambaran singkat padat, dan umum dari suatu karya. Teks ulasan ini tidak
menyampaikan keseluruhan isi suatu karya, melainkan hanya memaparkan
bagian-bagian penting saja dan menekankan pada keunggulan dan kelemahan dari
karya yang diulas.
2) Teks Ulasan Deskriptif
Teks ulasan deskriptif
membahas secara detail pada tiap bagian suatu karya. Teks ulasan ini umumnya
dilakukan pada karya fiksi guna mendapatkan gambaran jelas tentang manfaat,
pentingnya informasi, dan kekuatan argumentatif yang dituangkan penulis ke
dalam suatu karya.
3) Teks Ulasan Kritis
Teks ulasan kritis berbentuk
ulasan terperinci terhadap suatu karya dengan mengacu pada metode dan ilmu
pengetahuan tertentu. Teks ulasan ini dibuat dengan benar-benar objektif dan
kritis, bukan berupa pandangan pribadi pembuat ulasan.
Struktur teks ulasan:
1) Identitas karya
Identitas karya mencakup judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, tebal
halaman, dan ukuran buku.
2) Orientasi
Orientasi berupa gambaran umum karya yang akan diulas. Gambaran umum
karya atau benda tersebut dapat berupa nama, kegunaan, dan sebagainya.
3) Sinopsis
Ringkasan yang menggambarkan pemahaman penulis terhadap isi novel.
4) Analisis
Paparan tentang keberadaan unsur-unsur cerita, seperti tema, penokohan,
dan alur.
5) Evaluasi
Paparan tentang kelebihan dan kekurangan suatu karya.
1) Kata sifat sikap
Kata sifat sikap adalah kata
yang berfungsi untuk mendeskripsikan pelaku dalam hal penampilan fisik atau kepribadiannya.
Contoh: lembut, nakal, bahagia, dan cerdas.
2) Kata benda dan kata kerja
Kata benda adalah kata yang
mengacu pada manusia, binatang, benda, dan konsep atau pengertian. Kata benda
memiliki ciri, yaitu tidak dapat diberi kata “tidak”. Contoh: meja, kambing,
dan dokter.
Kata kerja adalah kata yang
mengandung makna perbuatan (aksi), proses, atau keadaan yang bukan sifat. Kata
kerja memiliki ciri yaitu tidak dapat diberi kata “sangat” dan “agak”. Contoh:
bermimpi, menyapu, dan menulis.
3) Kalimat kompleks
a) Kalimat majemuk setara
Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang terdiri atas beberapa
kalimat yang setara kedudukannya. Kata penghubung pada kalimat majemuk setara
dapat berupa dan, atau, sedangkan, bahkan, lalu, dan kemudian.
b) Kalimat majemuk bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat majemuk yang terdiri atas
beberapa kalimat yang tidak setara kedudukannya. Pada kalimat majemuk
bertingkat ada induk kalimat dan anak kalimat. Induk kalimat adalah bagian
kalimat yang sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat yang
berpotensi menjadi kalimat. Sementara itu, anak kalimat adalah bagian dari
kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai kaliimat lengkap. Kata
penghubung pada kalimat majemuk bertingkat dapat berupa jika, kalau, agar,
sebab, karena, sehingga, dengan, bahwa, padahal, dan biarpun.
4) Konjungsi
a) Konjungsi penerang, seperti bahwa, yakni, yaitu.
b) Konjungsi temporal, seperti sejak, semenjak, kemudian, akhirnya.
c) Konjungsi penyebab, seperti karena, sebab.
1) Pengenalan terhadap karya yang akan diulas, mulai dari tema, deskripsi
isi karya, orang yang berperan, siapa pengarang, latar belakang pendidikan,
reputasi, prestasi, karya yang telah dihasilkan, hingga mengapa ia membuat
karya itu.
2) Membaca secara komprehensif, cermat, dan teliti apabila karya yang diulas
berupa buku dan menonton secara menyeluruh apabila karya yang diulas dalam
bentuk tayangan, seperti film.
3) Menandai bagian-bagian penting yang diperhatikan secara khusus dan
menentukan bagian-bagian yang dikutip untuk dijadikan data.
4) Membuat sinopsis atau inti sari dari karya yang akan diulas.
5) Menentukan sikap dan menilai hal-hal sebagai berikut.
a) Organisasi atau kerangka penulisan, yakni hubungan antara bagian yang
satu dan bagian yang lain, sistematikanya, dan dinamikanya.
b) Isi pernyataan, yakni bobot ide, analisis, penyajian data, dan
kreativitas pemikirannya, bahasa dan ejaan yang disempurnakan, kalimat dan
penggunaan kata, terutama untuk buku ilmiah.
c) Aspek teknis, yakni tata letak, tata wajah, kerapian dan kebersihan, dan
pencetakannya (banyak kesalahan atau tidak).
6) Menuliskan pendapat tentang karya yang diulas tersebut, baik dari segi
kelebihan maupun kelemahan.
Silabus Bahasa Indonesia Kelas VIII Semester 2
Berikut silabus mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VIII Semester 2
Contoh RPP Bahasa Indonesia Satu Halaman Kelas VIII
RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah : SMP …
Mata
Pelajaran : Bahasa
Indonesia
Kelas/Semester
: VIII / Genap
Materi Pokok : Pengertian dan macam-macam teks
ulasan
Alokasi Waktu
: 3 x 40
menit (1 pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran
discovery learning, peserta didik diharapkan dapat:
1. Merumuskan pengertian teks ulasan
2. Mengidentifikasi macam-macam teks ulasan
B. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Alat dan Bahan
a. Buku siswa halaman 154-159
b. Contoh teks ulasan cerpen, buku, dan film
2. Pertanyaan
a. Apakah yang dimaksud dengan teks ulasan?
b. Jelaskan macam-macam teks ulasan!
3. Kegiatan Pembelajaran
a. Peserta didik mengamati cuplikan film yang ditayangkan guru.
b. Peserta didik mengajukan pertanyaan tentang hal yang tidak dipahami atau
pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan dari apa yang diamati untuk
mengembangkan rasa ingin tahu.
c. Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab
pertanyaan yang telah diidentifikasi melalui berdiskusi tentang pengertian dan
macam-macam teks ulasan dari buku siswa halaman 154-158.
d. Peserta didik bekerja sama mengolah informasi dari materi tentang
pengertian teks ulasan dan macam-macam teks ulasan.
e. Peserta didik berdiskusi dengan mengerjakan latihan pada buku siswa
halaman 158-159.
f.
Peserta didik
mengomunikasikan hasil diskusinya mengenai materi pengertian teks ulasan dan
macam-macam teks ulasan.
g. Peserta didik menanggapi hasil pekerjaan kelompok lain.
h. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kerja sama dan
kinerja yang baik.
i.
Peserta didik menyimpulkan
poin-poin penting dalam kegiatan pembelajaran.
j.
Peserta didik mengerjakan
uji kompetensi singkat berkaitan dengan pengertian dan macam-macam teks ulasan.
k. Guru memberikan teks bacaan untuk dibaca siswa di rumah.
4. Kesimpulan dan Penilaian Pembelajaran
a. Kesimpulan
Macam-macam teks ulasan:
1) Teks Ulasan Informatif
Teks ulasan informatif
berisi gambaran singkat padat, dan umum dari suatu karya. Teks ulasan ini tidak
menyampaikan keseluruhan isi suatu karya, melainkan hanya memaparkan
bagian-bagian penting saja dan menekankan pada keunggulan dan kelemahan dari
karya yang diulas.
2) Teks Ulasan Deskriptif
Teks ulasan deskriptif
membahas secara detail pada tiap bagian suatu karya. Teks ulasan ini umumnya
dilakukan pada karya fiksi guna mendapatkan gambaran jelas tentang manfaat,
pentingnya informasi, dan kekuatan argumentatif yang dituangkan penulis ke
dalam suatu karya.
3) Teks Ulasan Kritis
Teks ulasan kritis berbentuk
ulasan terperinci terhadap suatu karya dengan mengacu pada metode dan ilmu
pengetahuan tertentu. Teks ulasan ini dibuat dengan benar-benar objektif dan
kritis, bukan berupa pandangan pribadi pembuat ulasan.
b. Penilaian
1) Sikap (menggunakan teknik observasi dan bentuk
instrumen berupa lembar pengamatan).
2) Pengetahuan (menggunakan teknik tes tertulis dan
penugasan, sedangkan bentuk instrumen berupa soal uraian)
Mengetahui,
Kepala SMP …
....
NIP …
|
… ,
6 Januari 2020
Guru Bahasa Indonesia
…
NIP …
|